Pendiri Aplikasi Signal Sebut Tak Seperti WhatsApp
Posted in: TEKNOLOGI

Pendiri Aplikasi Signal Sebut Tak Seperti WhatsApp

Rate this post
Penyempurnaan peraturan privacy WhatsApp membuat beberapa pemakainya berpindah ke aplikasi lain dan satu diantaranya ialah Sinyal. Aplikasi pesan terenkripsi ini juga diberitakan alami kenaikan jumlah pemakai sepanjang empat hari akhir. Banyak faksi yang mengatakan Sinyal akan gantikan WhatsApp. Tetapi menurut pendiri Sinyal Foundation, Brian Acton, Sinyal tidak gantikan WhatsApp. Disampaikan Business Insider, Jumat (15/1), Brian Acton sekarang ini memegang sebagai Executive Chairman di Sinyal Foundation, instansi yang menolong peningkatan Sinyal. Ia jugalah yang membuat WhatsApp. Dia selanjutnya jual WhatsApp ke Facebook di tahun 2014. Nilai pemerolehannya waktu itu fenomenal, USD 22 miliar atau sama dengan Rp 309 triliun dengan nilai ganti sekarang ini. Saat interviu dengan Tech Crunch ia menjelaskan, ke-2 aplikasi pesan ini mempunyai arah berlainan. Oleh karenanya, ia memiliki pendapat, Sinyal tidak gantikan WhatsApp. “Saya tidak mau lakukan beragam hal yang WhatsApp kerjakan,” kata Brian Acton, tanpa menyebutkan fitur WhatsApp apa yang tidak mau ia datangkan pada Sinyal. Ia juga menjelaskan, beberapa pemakai menyimpan keinginan tinggi pada Sinyal dalam soal privacy dan keamanan data. Dalam masalah ini, saat mereka berbicara lebih private dengan keluarga atau rekan paling dekat. Sementara saat berbicara sama orang lain, baik itu rekan, mitra kerja, atau kenalan beberapa pemakai akan condong menggunakan WhatsApp. “Kemauan saya ialah memberi opsi ke beberapa orang . Maka, bukan lantaran ingin memenangi kompetisi [dengan WhatsApp],” papar Brian. Harus dipahami, walau membidani kelahiran WhatsApp, ia sebagai kritikus paling besar untuk aplikasi pesan punya Facebook itu. Di tahun 2018, Brian sempat mengatakan beberapa pemakai Facebook untuk hapus account mereka. Ia tinggalkan WhatsApp pada 2017, 3 tahun sesudah aplikasi dengan simbol hijau ini diambil oleh Facebook. Ia keluar WhatsApp karena ketidaksamaan penglihatan sekitar pemakaian data konsumen setia dan iklan tertarget. Lalu, pada 2018 Brian Acton membangun Sinyal Foundation dengan CEO Moxie Marlinspike, menggunakan uang USD 50 juta kepunyaannya sendiri. Aplikasi Sinyal pertama dibikin pada 2014. Aplikasi pesan ini fokus pada privacy dan memiliki komitmen tidak untuk pernah jual data pemakai atau tampilkan iklan dalam aplikasi. WhatsApp juga begitu, tetap tidak tampilkan iklan di platformnya. Sesudah 6 tahun diambil Facebook, pada 6 Januari 2021, WhatsApp umumkan sudah mengganti peraturan privacy servicenya dan memaksakan pemakai membagi beberapa data personal dengan Facebook. Pemakai juga terancam kehilangan akses atas WhatsApp pada 8 Februari 2021, bila mereka tidak memberi kesepakatan atas mereka peraturan privacy itu. Karena peralihan peraturan baru WhatsApp, sedikit pemakainya berbondong berpindah ke Sinyal. “Cara kecil (WhatsApp) memacu hasil yang besar,” kata Acton. Sinyal juga didownload sekitar 7,lima juta kali oleh pemakai iOS lewat App Toko dan Android lewat Google Play, semenjak 6 sampai 10 Januari 2021. Peningkatan jumlah unduhan Sinyal capai 4.200 % dibanding minggu awalnya. “Kami benar-benar semangat sekarang ini kita berbicara berkenaan privacy online dan keamanan digital, dan beberapa orang beralih ke Sinyal sebagai jawaban atas privacy dan keamanan online,” papar Brian. Ia memperjelas, karena Sinyal didanai dari bantuan pemakai bukannya jual data pemakai, sekitar 50 staff Sinyal juga terpacu untuk tingkatkan aplikasi ini. “Gagasan awalannya ialah, kami ingin memperoleh bantuan. Salah satu langkah memperoleh bantuan ialah meningkatkan sebuah produk yang inovatif dan membahagiakan,” tutur Brian Acton. Sumber:
Back to Top